Wednesday, 4 November 2015
Monday, 2 November 2015
Monday, 26 October 2015
Abang, Ajarkan Aku Berkendara
Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Cerpen "Tertib, Aman, dan Selamat Bersepeda Motor di Jalan." #SafetyFirst Diselenggarakan oleh Yayasan Astra-Honda Motor dan Nulisbuku.com
Karya : Syukri Isa Bluka Teubai
Senyap,
begitulah suasana di Rumah Tengku Isa dan Ibu Manawiah pada pagi hari minggu
itu. Dua anak lelaki kesayangannya sudah pergi ke Laut, JJP (Jalan-Jalan Pagi)
istilah “mereka.” Adalah hari minggu, hari libur sekolah, kantor dan semuanya
libur dari kegiatan-kegiatan formal sedianya.
Zulfadhli
abangnya Zulfan, mereka pergi ke laut berboncengan Motor. Jalan-jalan pagi di
hari libur apalagi di minggu pagi menjadi kebiasaan akan nya, laksana sebuah
keharusan bagi “mereka” yang menganggap demikian.
Friday, 23 October 2015
Wednesday, 21 October 2015
Cerpen | Bunga Sedap Malam
Karya: Syukri Isa Bluka Teubai
Tersebab oleh kemelut
yang telah terjadi, terpaksa harus merantau meninggalkan kampung halaman
tercinta.
Junaidi
namanya, akibat dari satu permasalahan yang terjadi di tanah lahirnya. Dengan
penuh keterpaksaan yang sangat mendalam dia merantau. Sehingga sampailah di Kota Berdataran Tinggi, berhawa dingin baik itu pada siang apalagi pada malam
harinya. Adalah kota itu dinamakan oleh banyak orang dengan sebutan “Kota
Dingin.”
Saturday, 17 October 2015
Sajak-Sajak | Sahabatku, Dimanakah Engkau?
Sahabatku, Dimanakah Engkau?
Karya: Syukri Isa Bluka
Teubai
Kemana
perginya engkau wahai saudara sahabatku
Lelah
sudah mencarimu
Kemana-mana dicari tetapi dirimu
tidak ditemui
Kemana
lagi kami harus pergi
Laut
yang luas berhari-hari sudah dijelajahi
Demi
mencarimu yang sampai sekarang belum kunjung kembali
Sebenarnya
dimanakah engkau?
Kenapa
suka sekali membuat sensasi
Padahal
dirimu bukanlah siapa-siapa
Terdengar
kabar bahwa kamu dihabisi dengan pisau belati
Engkau
ditusuk tepat di uluhati
Tubuhmu
di buang ke tengah Laut itu
Di tempat Aku, Kamu
dan Mereka mencari sesuap nasi
Jikalau memang engkau berada di situ, kenapa tidak pernah tunjukkan diri
Ini
Aku kawanmu bukan musuhmu
Aku
yang selalu bersamamu
Tempat
engkau mengadukan cerita kesahmu
Baik tentang cinta yang sedang menderu-deru
qalbu
Perasaan-perasaan
jenaka
Dan
semua tentangmu, Ini Aku kawanmu.
Hari
rabu beberapa tahun lalu
Engkau
pergi melaut
Sangat
terasa pilu menyelimutiku setelah Aku tau
tentang kabarmu
Air
mata terus bercucuran bagaikan ada kran di situ
Terus
air-air itu mengalir sampai tidak
sadarkan diri
Seperti bermimpi tetapi bukan, ini benar terjadi
Seiring, tujuh malam lampu-lampu di rumahmu tidak
pernah padam dan Aku pun di situ
Kala
terucap namamu di mulut mereka
Bagai
tertancap di hatiku lembing berbisa
Thursday, 15 October 2015
Monday, 12 October 2015
Friday, 9 October 2015
Cerpen | Romantika Cinta
Romantika Cinta
Karya,
Syukri Isa Bluka Teubai
Syukri Isa Bluka Teubai
Siang itu, sepasang sejoli datang dengan
kemesraannya. Berharap-harap tanya membuat terpana semua mata pengunjung
lainnya. Senyuman menawan selalu terlukis indah penuh kecerian menghiasi wajah
mereka.
Adik, “bang, hari ini sangat terasa indah. Lihatlah
awan itu sayang seakan dia berbicara denganku, sungguh aku merasakan itu’’.
Aura di wajah kian bertambah indah melukiskan
semangat yang menggebu-gebu di antara mereka berdua.
Thursday, 8 October 2015
PUISI : Lampu Yang Berilmu
Lampu Yang Berilmu
Karya : Syukri Isa Bluka Teubai
Tersurat di dalam Hati
Ingin menyampaikan berjuta diksi
Di bawah Sinaranmu kami berdikari
Kini, menjalankan amanah Suci
Percikan-percikan cahayamu terus menerangi Malam
Tak akan pernah padam
Bermilyar cahaya terciptakan
Beterbangan ke seluruh penjuru Alam
Dasarlah darimu itu Penerang
Pembuat cahaya dalam Kelam kegelapan
Sampai sekarang kami penasaran
Dengan Rajah apa engkau dimantrakan
Sehingga sampai pada demikian
Lampu yang Berilmu, adalah kenyataan
Bersinar terus bersama Percikan
Banda Aceh, 08 Oktober 2015
Subscribe to:
Posts (Atom)





