Monday, 26 October 2015

Abang, Ajarkan Aku Berkendara

Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Cerpen "Tertib, Aman, dan Selamat Bersepeda Motor di Jalan." #SafetyFirst Diselenggarakan oleh Yayasan Astra-Honda Motor dan Nulisbuku.com

Karya : Syukri Isa Bluka Teubai

Senyap, begitulah suasana di Rumah Tengku Isa dan Ibu Manawiah pada pagi hari minggu itu. Dua anak lelaki kesayangannya sudah pergi ke Laut, JJP (Jalan-Jalan Pagi) istilah “mereka.” Adalah hari minggu, hari libur sekolah, kantor dan semuanya libur dari kegiatan-kegiatan formal sedianya.
Zulfadhli abangnya Zulfan, mereka pergi ke laut berboncengan Motor. Jalan-jalan pagi di hari libur apalagi di minggu pagi menjadi kebiasaan akan nya, laksana sebuah keharusan bagi “mereka” yang menganggap demikian.

Friday, 23 October 2015

Puisi | Duhai Bintang, Bulan Ku

Karya: Syukri Isa Bluka Teubai


Dari kecil engkau rawat, engkau papah
Engkau tunjukkan pada jalan yang suci
Engkau beritahu akan Tuhan (Allah)
Kecil kami engkau manja, engkau bawa ke tempat-tempat wisata
Engkau kasihi dengan segenap kasih dan sayangmu

Wednesday, 21 October 2015

Cerpen | Bunga Sedap Malam

Karya: Syukri Isa Bluka Teubai



Tersebab oleh kemelut yang telah terjadi, terpaksa harus merantau meninggalkan kampung halaman tercinta.

Junaidi namanya, akibat dari satu permasalahan yang terjadi di tanah lahirnya. Dengan penuh keterpaksaan yang sangat mendalam dia merantau. Sehingga sampailah di Kota Berdataran Tinggi, berhawa dingin baik itu pada siang apalagi pada malam harinya. Adalah kota itu dinamakan oleh banyak orang dengan sebutan “Kota Dingin.”

Saturday, 17 October 2015

Sajak-Sajak | Sahabatku, Dimanakah Engkau?

Sahabatku, Dimanakah Engkau?
Karya: Syukri Isa Bluka Teubai


Kemana perginya engkau wahai saudara sahabatku
Lelah sudah mencarimu
Kemana-mana dicari tetapi dirimu tidak ditemui
Kemana lagi kami harus pergi
Laut yang luas berhari-hari sudah dijelajahi
Demi mencarimu yang sampai sekarang belum kunjung kembali
Sebenarnya dimanakah engkau?
Kenapa suka sekali membuat sensasi
Padahal dirimu bukanlah siapa-siapa
Terdengar kabar bahwa kamu dihabisi dengan pisau belati
Engkau ditusuk tepat di uluhati
Tubuhmu di buang ke tengah Laut itu
Di tempat Aku, Kamu dan Mereka mencari sesuap nasi
Jikalau memang engkau berada di situ, kenapa tidak pernah tunjukkan diri
Ini Aku kawanmu bukan musuhmu
Aku yang selalu bersamamu
Tempat engkau mengadukan cerita kesahmu
Baik tentang cinta yang sedang menderu-deru qalbu
Perasaan-perasaan jenaka
Dan semua tentangmu, Ini Aku kawanmu.
Hari rabu beberapa tahun lalu
Engkau pergi melaut
Sangat terasa pilu menyelimutiku setelah Aku tau tentang kabarmu
Air mata terus bercucuran bagaikan ada kran di situ
Terus air-air itu mengalir sampai tidak sadarkan diri
Seperti bermimpi tetapi bukan, ini benar terjadi
Seiring, tujuh malam lampu-lampu di rumahmu tidak pernah padam dan Aku pun di situ
Kala terucap namamu di mulut mereka
Bagai tertancap di hatiku lembing berbisa

Thursday, 15 October 2015

PUISI | Senyummu Menawanku

Senyummu Menawanku
Karya: Syukri Isa Bluka Teubai

Banda Aceh, 31 Oktober 2014



Senyummu menawanku, bagaikan
Terus terbayang sampai Aku ke awan
Terus terbayang sehingga mata tak bisa terpejam

Friday, 9 October 2015

Cerpen | Romantika Cinta

Romantika Cinta

Karya,
Syukri Isa Bluka Teubai



Siang itu, sepasang sejoli datang dengan kemesraannya. Berharap-harap tanya membuat terpana semua mata pengunjung lainnya. Senyuman menawan selalu terlukis indah penuh kecerian menghiasi wajah mereka.

Adik, “bang, hari ini sangat terasa indah. Lihatlah awan itu sayang seakan dia berbicara denganku, sungguh aku merasakan itu’’.

Aura di wajah kian bertambah indah melukiskan semangat yang menggebu-gebu di antara mereka berdua.

Thursday, 8 October 2015

PUISI : Lampu Yang Berilmu

Lampu Yang Berilmu

Karya : Syukri Isa Bluka Teubai


Tersurat di dalam Hati
Ingin menyampaikan berjuta diksi
Di bawah Sinaranmu kami berdikari
Kini, menjalankan amanah Suci

Percikan-percikan cahayamu terus menerangi Malam
Tak akan pernah padam
Bermilyar cahaya terciptakan
Beterbangan ke seluruh penjuru Alam

Dasarlah darimu itu Penerang
Pembuat cahaya dalam Kelam kegelapan
Sampai sekarang kami penasaran
Dengan Rajah apa engkau dimantrakan
Sehingga sampai pada demikian

Lampu yang Berilmu, adalah kenyataan
Bersinar terus bersama Percikan


Banda Aceh, 08 Oktober 2015