Saturday, 14 November 2015

Cerpen | Piasan Orang Gila

Karya: Syukri Isa Bluka Teubai
Telah Diterbitkan Oleh Koran Mingguan Pikiran Merdeka Edisi 19-25 Oktober 2015

       Matahari mulai bergeliat dari ufuk timur sedianya membelah malam yang kelam dengan rintik-rintik hujan embun, kini menampakkan mega-mega jingga di langit utara. 

Ilustrasi

       Aktifitas di pagi itu mulai terasa nyata. Hari kamis sekelompok orang berdatangan membawa bambu, kayu-kayu pondasi, terpal dan semacamnya. Lapangan luas di samping gedung Sekolah Ibtidaiyah adalah tempat semua barang-barang bawaan itu diletakkan. Setelah laki-laki yang berbadan gumpal dan berambut panjang itu berbicara, mereka membubarkan diri dari perkumpulan tadi. Kemudian barang-barang bawaan diambil dan diletakkan di sudut selatan lapangan.

Friday, 6 November 2015

Perkembangan Handphone Di Indonesia

Sejarah Perkembangan Handphone

Handphone merupakan perangkat telekomunikasi yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional, tetapi handphone biasa dibawa kemana-mana dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel.

Pada tahun 1910 adalah cikal bakal telepon seluler yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson, yang merupakan pendiri perusahaan Ericsson yang kini di kenal dengan perusahaan Sony Ericsson. Pada awalnya, orang Swedia ini medirikan perusahaan Ericsson memfokuskan terhadap bidang bisnis perlaan telegraf, dan perusahaanya juga tidak terlalu besar pada waktu itu.

Wednesday, 4 November 2015

Puisi | Seperti Kawan

Karya: Syukri Isa Bluka Teubai

Hening tercipta sendiri
Hening bukan tanda rehat
Percikan air menghiasi rintikan di dedaunan
Dan gempulan Asap menghiasi Mulut

Rokok bagai Teman Sejati
Entah karena sering menemani kesendirian ini
Kami saling berbagi dalam cerita
Perihal tentang masing-masing lara

Monday, 2 November 2015

Puisi | Bipolar



Karya: Syukri Isa Bluka Teubai

Sedih sendiri oleh sebab yang tak pasti
Menangis kadang tak henti dan tak bertepi
Terasa diri tak berarti dan tak dihargai
Malah sering merasakan sepi sendiri

Monday, 26 October 2015

Abang, Ajarkan Aku Berkendara

Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Cerpen "Tertib, Aman, dan Selamat Bersepeda Motor di Jalan." #SafetyFirst Diselenggarakan oleh Yayasan Astra-Honda Motor dan Nulisbuku.com

Karya : Syukri Isa Bluka Teubai

Senyap, begitulah suasana di Rumah Tengku Isa dan Ibu Manawiah pada pagi hari minggu itu. Dua anak lelaki kesayangannya sudah pergi ke Laut, JJP (Jalan-Jalan Pagi) istilah “mereka.” Adalah hari minggu, hari libur sekolah, kantor dan semuanya libur dari kegiatan-kegiatan formal sedianya.
Zulfadhli abangnya Zulfan, mereka pergi ke laut berboncengan Motor. Jalan-jalan pagi di hari libur apalagi di minggu pagi menjadi kebiasaan akan nya, laksana sebuah keharusan bagi “mereka” yang menganggap demikian.

Friday, 23 October 2015

Puisi | Duhai Bintang, Bulan Ku

Karya: Syukri Isa Bluka Teubai


Dari kecil engkau rawat, engkau papah
Engkau tunjukkan pada jalan yang suci
Engkau beritahu akan Tuhan (Allah)
Kecil kami engkau manja, engkau bawa ke tempat-tempat wisata
Engkau kasihi dengan segenap kasih dan sayangmu

Wednesday, 21 October 2015

Cerpen | Bunga Sedap Malam

Karya: Syukri Isa Bluka Teubai



Tersebab oleh kemelut yang telah terjadi, terpaksa harus merantau meninggalkan kampung halaman tercinta.

Junaidi namanya, akibat dari satu permasalahan yang terjadi di tanah lahirnya. Dengan penuh keterpaksaan yang sangat mendalam dia merantau. Sehingga sampailah di Kota Berdataran Tinggi, berhawa dingin baik itu pada siang apalagi pada malam harinya. Adalah kota itu dinamakan oleh banyak orang dengan sebutan “Kota Dingin.”

Saturday, 17 October 2015

Sajak-Sajak | Sahabatku, Dimanakah Engkau?

Sahabatku, Dimanakah Engkau?
Karya: Syukri Isa Bluka Teubai


Kemana perginya engkau wahai saudara sahabatku
Lelah sudah mencarimu
Kemana-mana dicari tetapi dirimu tidak ditemui
Kemana lagi kami harus pergi
Laut yang luas berhari-hari sudah dijelajahi
Demi mencarimu yang sampai sekarang belum kunjung kembali
Sebenarnya dimanakah engkau?
Kenapa suka sekali membuat sensasi
Padahal dirimu bukanlah siapa-siapa
Terdengar kabar bahwa kamu dihabisi dengan pisau belati
Engkau ditusuk tepat di uluhati
Tubuhmu di buang ke tengah Laut itu
Di tempat Aku, Kamu dan Mereka mencari sesuap nasi
Jikalau memang engkau berada di situ, kenapa tidak pernah tunjukkan diri
Ini Aku kawanmu bukan musuhmu
Aku yang selalu bersamamu
Tempat engkau mengadukan cerita kesahmu
Baik tentang cinta yang sedang menderu-deru qalbu
Perasaan-perasaan jenaka
Dan semua tentangmu, Ini Aku kawanmu.
Hari rabu beberapa tahun lalu
Engkau pergi melaut
Sangat terasa pilu menyelimutiku setelah Aku tau tentang kabarmu
Air mata terus bercucuran bagaikan ada kran di situ
Terus air-air itu mengalir sampai tidak sadarkan diri
Seperti bermimpi tetapi bukan, ini benar terjadi
Seiring, tujuh malam lampu-lampu di rumahmu tidak pernah padam dan Aku pun di situ
Kala terucap namamu di mulut mereka
Bagai tertancap di hatiku lembing berbisa

Thursday, 15 October 2015

PUISI | Senyummu Menawanku

Senyummu Menawanku
Karya: Syukri Isa Bluka Teubai

Banda Aceh, 31 Oktober 2014



Senyummu menawanku, bagaikan
Terus terbayang sampai Aku ke awan
Terus terbayang sehingga mata tak bisa terpejam

Friday, 9 October 2015

Cerpen | Romantika Cinta

Romantika Cinta

Karya,
Syukri Isa Bluka Teubai



Siang itu, sepasang sejoli datang dengan kemesraannya. Berharap-harap tanya membuat terpana semua mata pengunjung lainnya. Senyuman menawan selalu terlukis indah penuh kecerian menghiasi wajah mereka.

Adik, “bang, hari ini sangat terasa indah. Lihatlah awan itu sayang seakan dia berbicara denganku, sungguh aku merasakan itu’’.

Aura di wajah kian bertambah indah melukiskan semangat yang menggebu-gebu di antara mereka berdua.

Thursday, 8 October 2015

PUISI : Lampu Yang Berilmu

Lampu Yang Berilmu

Karya : Syukri Isa Bluka Teubai


Tersurat di dalam Hati
Ingin menyampaikan berjuta diksi
Di bawah Sinaranmu kami berdikari
Kini, menjalankan amanah Suci

Percikan-percikan cahayamu terus menerangi Malam
Tak akan pernah padam
Bermilyar cahaya terciptakan
Beterbangan ke seluruh penjuru Alam

Dasarlah darimu itu Penerang
Pembuat cahaya dalam Kelam kegelapan
Sampai sekarang kami penasaran
Dengan Rajah apa engkau dimantrakan
Sehingga sampai pada demikian

Lampu yang Berilmu, adalah kenyataan
Bersinar terus bersama Percikan


Banda Aceh, 08 Oktober 2015

Wednesday, 13 November 2013

Candi Kuno Di Sawang, Aceh Utara

Foto: Bangunan Candi Kuno di Sawang 
Baru-baru ini rakyat Aceh Utara, khususnya Sawang di gemparkan dengan sebuah penemuan bangunan dari zaman kerajaan Gayo. Bangunan ini terbuat dari batu-batu alam yang tersusun rapi yang memiliki tinggi ± 5 meter dan panjang ± 300 meter. Menurut kabar yang beredar, bangunan ini adalah peninggalan kerajaan gayo beberapa ratus tahun silam. Bangunan ini juga disebut-sebut sebagai tempat menyimpanan perbendaharaan kerajaan Gayo saat terjadi perang melawan koloni.

Monday, 11 November 2013

Perbedan Telekomunikasi Dulu dan Sekarang

Komunikasi merupakan kebutuhan hidup manusia yang sangat penting. Kita tidak dapat berhubungan dengan orang lain di tempat yang jauh kalau tidak ada alat komunikasi. Teknologi komunikasi berkembang dari yang sederhana ke teknologi yang modern. Apakah kamu yang suka menonton sepak bola? Selain menonton langsung di lapangan, kita juga bisa menonton siaran langsung pertandingan sepak bola itu melalui televisi. Kita bahkan bisa mennnton pertandingan sepak bola yang dilangsungkan di luar negeri. Inilah salah satu keuntungan dari kemajuan teknologi telekomunikasi sekarang ini. Ini terjadi berkat teknologi telekomunikasi. Tentu saja teknologi komunikasi zaman dulu berbeda dengan teknologi komunikasi zaman sekarang. Seperti apakah teknologi komunikasi zaman dulu? Seperti apakah teknologi komunikasi zaman sekarang? Mari kita pelajari perkembangan teknologi komunikasi ini satu per satu!


Sunday, 10 November 2013

Penemuan Ilmuwan Islam yang Dilupakan Sejarah Dunia

Kejayaan peradaban Islam pernah di wakili oleh Baghdad, Mesir, Andalusia, India dan lainnya. Di tempat itu lahirlah karya-karya yang luar biasa sehingga dapat menggetarkan dunia. Para ilmuwan, cendikiawan, sarjana, ahli fiqih bahkan para penguasanya pernah dengan sungguh-sungguh terobsesi pada ilmu pengetahuan. Akibatnya, muncullah sebuah tatanan kehidupan yang baik dan maju dalam sejarah dunia.

Banyak yang telah dilahirkan oleh peradaban Islam bagi dunia. Hingga saat ini, manfaatnya masih bisa dirasakan dan terus dilakukan pengembangan lebih lanjut demi kemudahan. Dan untuk lebih jelasnya mari kita telusuri beberapa penemuan dari para ilmuwan Muslim tersebut. Di antaranya:

Kisah Raja Ubiet Di Pedalaman Rimba Aceh

Raja Ubiet Baru Tahu Indonesia Merdeka Tahun 1980-an

Raja Ubiet adalah Raja Keumala di Tangse, Kabupaten Pidie yang pernah membawa pengikut dan keturunannya ke Gunung Itam di gugusan Bukit Barisan di Nagan Raya untuk menghindari kejaran penjajah Belanda. Mereka hidup secara tradisional mengandalkan kemurahan alam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka hidup dalam peradaban yang nyaris tanpa sentuhan modernisasi.


Raja Ubiet lengkap dengan pakaian hitamnya

Saturday, 9 November 2013

Aceh Pungo ( Aceh Gila )



Perang Aceh melawan belanda meletus dengan dahsyatnya pada tahun 1873, banyak korban yang tewas di pihak belanda serta keputus asan karena perang yang tidak juga berkahir membuat belanda melaksanakan strategi baru dengan membentuk pasukan marsose.